Archive for the ‘Uncategorized’ Category
MUI: Jangan Nonton ‘ML’
Film ‘Mau Lagi’ (ML) makin tersudut. Setelah kembali disensor oleh LSF, film tersebut tetap diprotes. Malah Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat tak menonton ML.
“Kalaupun film itu lulus sensor, kita menghimbau pada masyarakat agar jangan ditonton,” tegas Ketua MUI Drs H. Amidhan dalam jumpa pers di kantor MUI, Masjid Istiqlal, Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2008).
Menurut Amidhan, ‘ML’ bisa batal tayang jika memang ada aspirasi dari masyarakat. Protes masyarakat seperti pada film ‘Buruan Cium Gue’ (BCG) dalam pandangannya juga merupakan bagian dari sensor film.
MUI mengeluarkan larangan pada film ‘ML’ bukan tanpa alasan. Read the rest of this entry »
Sisi Lain Kehidupan Masyarakat Kepulauan
Oleh: Rahmat RA
”Matee aneuk meupat jeurat, gadoh adat ho tamita.” Peribahasa ini dipegang erat-erat oleh penduduk Aceh, tak terkecuali masyarakat yang mendiami Pulo Breuh. Dalam masyarakat Pulo Breuh, adat Keunduri u Gle masih dijalankan sampai sekarang.
Pante Weung, Tempat “Mangkal”Sang Petelur
Di sebuah pantai kecil sebelah barat Pulau Breuh Utara, ada satu pantai yang disebut Pantai Weung. Luasnya tidak kurang dari 50 meter, diapit oleh dua buah bukit di sisi utara dan selatan. Di pantai ini biasanya terdapat penyu-penyu yang mendaratkan telurnya di pantai berpasir.
Penyu, salah satu spesies binatang langka yang populasinya kian hari semakin menurun, dan terancam punah, karenanya sangat dilindungi di sana. Keberadaan penyu dimana pun memberi manfaat bagi manusia, karena telur-telurnya selain berprotein tinggi, juga memberi berguna secara ekonomi bagi warga yang mengelolanya, seperti yang dirasakan oleh warga desa Alue Raya saat ini. Read the rest of this entry »
TAMATNYA RIWAYAT KERAJAAN DI TEPI BARAT BAGIAN 2
Oleh : Rahmat RA
Pagi itu di istana, permaisuri sedang bersedih, sudah memasuki hari kesembilan Raja belum juga kembali dari berburu, sedangkan ngidam Sang Permaisuri sudah tak terbendung lagi, Pagi itu, untuk menghibur kakak iparnya, Cut Sari sengaja memakai pakaian abangnya, yaitu pakaian kebesaran Raja Cut. Cut Sari melakonkan sikap Raja, untuk mengisi waktu agar kakak ipar merasa senang dan gembira. Read the rest of this entry »
MUNGKINKAH BIREUN JADI KOTA METROPOLITAN?
TAMATNYA RIWAYAT KERAJAAN DI TEPI BARAT BAGIAN 1
Pada zaman dahulu, sekitar tahun 1785 M, di pesisir Pantai Barat Aceh banyak terdapat Kerajaan kecil, persisnya lokasi kerajaan yang dikisahkan dalam cerita ini adalah di Kecamatan Kuala Batee berbatasan dengan Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya sekarang, sebelum hancurnya kerajaan Kuala Batu, karena diserang oleh angkatan laut Amerika tahun 1832. Kerajaan Kuala Batee sebenarnya pecahan dari Kerajaan Lama Muda adalah lanjutan dari Kerajaan Lama Tuha, karena Kerajaan Lama Tuha Hancur diterjang banjir pada pertengahan abad 18 (1740 M).

